Fisioterapis di Balik Prestasi Tim Olahraga

13 April 2017 23:07

SIDRAP, INIKATA.com – Keberhasilan satu tim olahraga dalam mencapai puncak prestasi, tidak terlepas peran dari berbagai pihak yang terlibat didalamnya, termasuk diantaranya seorang fisioterapi.

Fisioterapi atau disebut Physical Therapist merupakan perpaduan dua kata yaitu, physic (Fisik) san therapy. Fisik yang artinya tubuh, sedangkan therapy adalah terapi atau perawatan yang kalau digabungkan artinya, perawatan tubuh atau fisik.

Demikian dijelaskan salah seorang tim fisioterapis Tim basket Cahaya Lestari Surabaya (CLS) yang bermarkas di Surabaya, Adhyatma Made, Amd. Ft,  yang dihubungi melalui ponselnya, Kamis (13/4/2017, mengatakan, sejak awal bergabungnya dengan club basket CLS Knight tahun 2015 lalu, merupakan salah satu pilihan diantara sekian alternatif yang harus diputuskan pada saat itu.

Menurut pemuda lajang yang dilahirkan di Lautang Salo, Kelurahan Macorawalie, Kecamatan Panca Rijang, Sidrap, 22 Januari 1993 lalu, keputusannya bergabung dengan club olahraga basket CLS yang berdiri sejak 70 tahun silam, telah mencatat sejarah setelah berhasil keluar sebagai juara pertama untuk yang pertama kalinya sejak keikutsertaannya pada ajang kompetisi bola basket antar club se Indonesia.

Kata dia, di Indonesia, physiotherapist bisa dikatakan sebagai profesi baru, namun di negara-negara barat, pekerjaan ini sudah jadi bagian dari keseharian masyarakat. Dan fisioterapis itu terbagi dalam beberapa bidang, yaitu, fisioterapis anak, fisioterapis olahraga, manual fisioterapis, fisioterapis syaraf, fisioterapis untuk RS, atau spesialisasi-spesialisasi lainnya.

Dijelaskannya, pekerjaan utama dari fisioterapis olahraga sendiri bermacam-macam. Mulai dari membuat program-program latihan untuk atlet yang cedera, membuat penilaian terhadap cedera-cedera yang terjadi, membuat program latihan spesifik yang sesuai dengan jenis olahraga, atau memberi nasehat mengenai makanan yang akan di konsumsi.

Lebih spesifiknya lagi, kata Ady, sapaan akrabnya itu, dalam sebuah tim olahraga, seorang fisioterapis akan memberi masukan kepada pelatih mengenai situasi dan kondisi dari seorang pemain. Apakah pemain bersangkutan siap untuk bermain dalam sebuah pertandingan, apakah dia fit, dan berapa menit kira-kira waktu bermainnya. Di dalam tim, fisioterapis juga menyiapkan porsi latihan khusus dan terpisah untuk pemain yang cedera.

Alumni Diploma Tiga Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar itu, merasa bangga telah bergabung dengan tim basket yang manajemennya sangat kompak, walaupun awalnya mendapat tantangan dari kedua orang tuanya yang melarang pergi, dengan satu alasan terlalu jauh, namun larangan itu menjadi motivasi baginya yang telah mampu dipersembahkan untuk tim yang lebih berharap lagi mampu berbuat untuk tim basket nasional. (**)

Comments